kenapa Tuhan memberiku hidup

matahari tertawa saat mengetahui judul tulisan ini
seolah tiada cara lebih sopan dalam bertutur
tapi apalah aku
si bodoh yang terlalu bersahabat dengan dosa dan lupa

jika hidup ini tentang pahala
lantas kenapa kau marah ketika lelah
bukankah kau dambakan surga
dan meski oleh arsitek berkelas
bentuknya takkan terbayang
banggalah kalian,
wahai orang yang membuang harga diri
karena kalian tidak sedang berpikir tentang pahala
tapi kalian melaksanakan pahala itu
tanpa berpikir tentang surga

jika hidup ini tentang jatuh cinta
jelaskan padaku cinta seperti apa yang sebenarnya hatiku butuhkan
aku lelah mencari, curiga bahkan cemburu
semua asa sudah tiada
tersisa hanya sesal karena khianat
si palsu pun tertawa karena bahasa cinta
mereka hanya butuh uang, katanya
jika kau rakyat jelata, kau takkan dicinta olehnya, katanya
datanglah jemput hatiku cinta
berjalan cepat kemari
bahkan terlambatmu pun ku tunggu

jika hidup ini tentang kaya
sampai titik mana sebenarnya kekayaan itu
Bill Gates sampai hari ini belum merasa kaya
tapi kenapa kita dibilang bangsa yang kaya
apakah semua ini tentang uang
apakah Tuhanku dan Tuhanmu ingin kita mencari uang?
setelah ku dapat, harus kemana yang itu mengalir?
makananku berhenti karena kenyang
teknologiku berhenti karena bosan
wanita cantikku berhenti karena butuh yang lebih baik
rumah mewahku berhenti karena kurang mewah
ya Tuhan..
kaya itu seperti apa?
apakah orang fakir yang setiap hari tertawa lepas tanpa beban itu kaya
atau
apakah orang kaya yang setiap hari memikirkan perkembangan kekayaannya itu kaya
jawab aku malam ini, Tuhanku
obati kebodohanku dengan ilmuMu

karena bagiku, dunia ini bagai danau
kita semua, manusia, berada di dalam danau itu
berenang sambil mencari air
semua berkata 'susah amat ya cari air'
tanpa sadar mereka sedang mengambang diatas danau
aku tidak mencarimu
maafkan kesombonganku
aku lebih memilih mencari hal diluar danau daripada kebingungan mencari air di danau

salahkah aku, Tuhanku?

0 comments:

Post a Comment