Apakah yang punya otak artinya yang berpikir

    

     Salah satu pembicara ditanya tentang motto hidup, lantas si pembicara menjawab "Ketika pikiran kita katakan, itu jadi prinsip, ketika prinsip kita laksanakan itu jadi praktek, ketika praktek kita lakukan terus menerus itu artinya konsisten, begitulah cara sukses menurut saya", tuturnya.


    Lantas apakah Indonesia yang punya lebih banyak penduduk daripada singapura mengartikan bahwa indonesia akan menang secara pola pikir? Tidak juga, sepertinya. Bukti nyata bisa dilihat dari infrastruktur dan juga pendapatan perbulan yang beda kelas.


    Apakah kedekatan diri dengan Tuhan membuat orang menjadi berpikir tentang kemajuan dirinya dan kaum manusia? Tidak juga, sepertinya. Banyak bahkan hampir tiap agama punya anggota yang "cacat" secara asas agamanya sendiri, ia mengkhianati yang ia percaya, atau parahnya, ia tidak percaya.


    Atau jangan-jangan, skill sosial itu sangat diperlukan untuk kemajuan dan kemakmuran manusia? Tidak juga, sepertinya. Beberapa aktivis yang secara sukarela mendalami diri pada organisasi justru ketika lulus, ia tak punya apa-apa kecuali sertif dan foto bersama senior.


    Lalu apa yang membuat manusia bisa bergerak secara pikiran, praktek dan juga konsistensi? Jawabannya sederhana, kesadaran diri.

    Seperti bangun senin pagi yang menyebalkan mendengar alarm yang disambut dinginnya air pukul enam pagi, tapi karena kita sadar bahwa kita punya tanggung jawab sebagai pekerja atau pelajar atau seorang suami untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin di hari itu, maka kita menepis rasa ngantuk dan berjalan untuk melewati hari.


    Layaknya kesadaran pekerja akan pentingnya kualitas dalam bekerja, kesadaran pelajar akan pentingnya kualitas pemahaman pelajaran atau kualitas kepercayaan atau kualitas organisasi agar membentuk kolega bukan hanya banyak gaya.

    Pertanyaanya, sudahkah kita memiliki kesadaran diri?

0 comments:

Post a Comment