Mahesa & Bapak


"Pak" Sahut Mahesa sebari membenahi posisi duduknya lantas mengambil remote tv "Aku semalem mimpi"

"Basah?" Jawab Bapak, santai.

"Mimpi Bapak meninggal"

Suasana petang, hiruk pikuk burung yang berlalu-lalang pun lantas sepi layaknya sebuah peradaban yang hancur oleh asteroid.

"Aku nangis, lho"

"Kan cuma mimpi" Jawab Bapak, lagi

"Iyasih" Mahesa berhenti menekan remote "Aku cuma gamau nangis di masa depan"

"Lho, kalau Bapak mati, kamu nggak nangis, le?"

"Iya"

"Kenapa?"

"Wah, ada dua sebab pak!" Kata Mahesa sambil tertawa kecil

"Apa?"

"Pertama, karena aku sudah nangis nangis saat bangun tidur. Kedua, aku mau doain Bapak, supaya malaikat pintu neraka libur dulu"

Bapak tersenyum tipis.

"Terus bapak gak didoain supaya masuk surga?"

"Hmm, masuk angin aja, Pak!"

Percakapan indah sore berakhir dengan Mahesa bangun dari tidurnya,
Bapak sudah diperut bumi sejak tujuh tahun lalu.


Diktator


Aku mencintaimu
Tapi jangan percaya,
Karena jarak melarang raga
untuk bersama

Sayang, aku sendiri tak bisa
tak bisa menyogok waktu
untuk mengikuti mauku

Dan, kumohon jangan salahkan aku
atas apa yang diperbuat oleh takdir

—Mahesa, 2019

Laila



Wahai Layla kekasihku


Berjanjilah pada keagungan cinta agar sayap jiwamu dapat terbang bebas

Melayanglah bersama cinta laksana anak panah menuju sasaran

Cinta tidak pernah membelenggu

Karena cinta adalah pembebas, yang akan melepaskanbuhul-buhul keberadaan


Cinta adalah pembebas dari segala belenggu

Walau dalam cinta, setiap cawan adalah kesedihan

Namun jiwa pecinta akan memberi kehidupan baru

Banyak racun yang harus kita teguk untuk menambahkenikmatan cinta


Atas nama cinta, racun yang pahit pun terasa manis

Bertahanlah kekasihku, dunia diciptakan untuk kaum pecinta

Dunia ada karena ada cinta



(Bab II, hlm. 16-17, situasi ketika Qays dalam kerinduan memuncak mengendap-endap ke rumah Layla, seraya menciumi rumah mawar itu dengan derai airmata membasahi pipi. Ia melantunkan syair ini, tak peduli apakah Layla mendengar atau syairnya tertelan dinding rumah)