Laila



Wahai Layla kekasihku


Berjanjilah pada keagungan cinta agar sayap jiwamu dapat terbang bebas

Melayanglah bersama cinta laksana anak panah menuju sasaran

Cinta tidak pernah membelenggu

Karena cinta adalah pembebas, yang akan melepaskanbuhul-buhul keberadaan


Cinta adalah pembebas dari segala belenggu

Walau dalam cinta, setiap cawan adalah kesedihan

Namun jiwa pecinta akan memberi kehidupan baru

Banyak racun yang harus kita teguk untuk menambahkenikmatan cinta


Atas nama cinta, racun yang pahit pun terasa manis

Bertahanlah kekasihku, dunia diciptakan untuk kaum pecinta

Dunia ada karena ada cinta



(Bab II, hlm. 16-17, situasi ketika Qays dalam kerinduan memuncak mengendap-endap ke rumah Layla, seraya menciumi rumah mawar itu dengan derai airmata membasahi pipi. Ia melantunkan syair ini, tak peduli apakah Layla mendengar atau syairnya tertelan dinding rumah)

0 comments:

Post a Comment