Mahesa & Bapak
"Pak" Sahut Mahesa sebari membenahi posisi duduknya lantas mengambil remote tv "Aku semalem mimpi"
"Basah?" Jawab Bapak, santai.
"Mimpi Bapak meninggal"
Suasana petang, hiruk pikuk burung yang berlalu-lalang pun lantas sepi layaknya sebuah peradaban yang hancur oleh asteroid.
"Aku nangis, lho"
"Kan cuma mimpi" Jawab Bapak, lagi
"Iyasih" Mahesa berhenti menekan remote "Aku cuma gamau nangis di masa depan"
"Lho, kalau Bapak mati, kamu nggak nangis, le?"
"Iya"
"Kenapa?"
"Wah, ada dua sebab pak!" Kata Mahesa sambil tertawa kecil
"Apa?"
"Pertama, karena aku sudah nangis nangis saat bangun tidur. Kedua, aku mau doain Bapak, supaya malaikat pintu neraka libur dulu"
Bapak tersenyum tipis.
"Terus bapak gak didoain supaya masuk surga?"
"Hmm, masuk angin aja, Pak!"
Percakapan indah sore berakhir dengan Mahesa bangun dari tidurnya,
Bapak sudah diperut bumi sejak tujuh tahun lalu.

0 comments:
Post a Comment