dunia hari ini

Perkotaan malam berkilau,
sampai sang fajar mengusir kilauannya
Ku ukir kata demi kata ini ketika ia belum tiba
Pukul enam, semerbak aroma embun pagi
Lembut menyapa sukma sekawanan pengendara kuda bermesin
Buruh berwajah letih, berhamburan mengejar waktu
Kakek tua berbaju kumuh bersimpuh pasrah pada pangkuan bahu jalan
Pengamen dan lagu lawas
Demi sesuap nasi, katanya
Awan berjalan tanpa kaki
Samar terdengar suara burung bernyanyi
Terlihat dari kejauhan, seorang anak berseragam merah putih mengecup punggung tangan kanan ibunya
berjalan sumringah bersama kaumnya,
Seolah senyumnya beramanat,
"Hidup terlalu singkat untuk tidak bahagia"

0 comments:

Post a Comment