Ragu

aku tak perlu pernyataan cintamu, yang kuperlukan adalah engkau mencintaiku, kata Pepatah instagram

Bagiku ini bisa benar, jika dia-- yang kucinta sudah cukup bisu untuk tidak mengungkapkan cintanya.
Bahkan akupun sama.

Beberapa kali takdir menawarkan penggantimu tapi aku menepisnya dengan rinduku padamu.
Bagai Perancis tanpa Eiffle, sepi dan kesepian, kosong dan dikosongkan. Perancis adalah rumah yang Eiffle dambakan, dan Eiffle selalu bersamanya meski paham betul bahwa eksistensinya hanya pada selembar kertas foto.

"Mereka mencintai, benar kan, Pak?" tanya Nio pada bapaknya,

"Ah, kamu bisa aja narasi nya, memang, lelaki muda yang sedang jatuh cinta selalu dekat dengan malaikat gombal!" lantas keduanya pun tertawa.

"Pak, apa kalau kita jatuh cinta pada seseorang, kita harus menikahinya?"

"Kamu itu pura-pura polos atau pura-pura bodoh?"

"Nganu-"

"Kalo kamu mencintai puisi, artinya kamu harus menikahi puisi, dong!" Bapaknya tersenyum.

Nio masih belum puas dengan jawaban bapak.
Dengan adab dan kesadaran, Nio tak menyampaikannya.

Dan menunggu takdir dan waktu menikah, untuk melahirkan jawaban .


'lantas, jika mencintai berarti menikahi, artinya Bapak akan menikahiku, karena Bapak mencintaiku sebagai anaknya'

'lantas, jika Pak Mushab memiliki sapi, menjaganya seperti Pak Mushab mencintainya, apakah ia harus menikahi sapi itu?'

'Wah, sepertinya aku terpenjara di kepalaku sendiri'

Akhirnya, dengan menggandeng kebingungan, Nio berjalan keluar rumah, pergi dari beranda manusia, beranjak ke pepohonan rindang dekat sawah milik Pak Mushab sebari mendengarkan lagu-lagu angin sore yang ditiupnya perlahan.

Takdir dan waktu beranak lagi,
sepasang burung dara 'bercinta' di atas langit, tak malu pada langit, mereka telanjang. Tapi malu telah sirnah dari pikiran, terganti oleh cinta yang tak bertepi.

Lantas Nio berpikir tentang, kapan mereka jatuh cinta, untuk apa mereka jatuh cinta.
oh ya, nafsu.

Nio masih berpikir, tak terasa matahari sudah hampir tidur.
Sambil berjalan, pikirannya terus berterbangan jauh keatas atmosfir Arsy, mengetuk pintunya untuk mengemis jawaban,
'Jika dokter butuh orang sakit untuk bekerja'
'Pemadam kebakaran butuh api untuk beraksi'
'Guru butuh orang bodoh untuk berkarir'
'Bos butuh pekerja untuk berkarya'
'Produsen bukan apa-apa tanpa konsumen, tapi aku hanya bertanya cinta, apa dan kenapa aku harus mencintai seorang gadis, nafsuku yang sekejap ini, tentu akan hancur dengan tidurku, cantikmu pun hanya sehari tentu akan digerogoti waktu, pundi hartamu tak berguna karena tak bisa membeli cintaku'

Sedekahkanlah kata-kata cintamu yang manis itu, kepada orang yang lebih membutuhkan,
karena, yang ku butuhkan adalah engkau mencitaiku

Lalu adzan maghrib mengusir Nio.

0 comments:

Post a Comment