tentang Gareng

singa menerka sebelum menerkam
walaupun ia hebat dan ganas
terburu-buru membuatnya terlihat amatir
dengan lapar memberontak
ia mengelus si perut yang protes minta makanan
tentu saja dengan ketenangan

kita semua adalah singa
dunia pun jadi mangsa
tiada hari tanpa derita
semua kesusahan terjadi disini
dan akan berlipat
ketika singa menerka mangsa dengan amatir

hati-hati berlebihan itu penakut
kurang hati-hati adalah ceroboh
indonesia ini lebih luas dari visi misimu
janji manis dan kalimat puitis saja tak cukup

tentang Bagong

jangan pernah kau pikir
bahwa mursyidmu hanyalah dia
yang membawa tasbih sebesar telur ayam
dan kepala dilindungi surban
kau pikir, mereka dibawah tak bisa?!
mereka si cacing tanah pun bisa
jadi mursyid mu
tapi kamu lah si sombong
yang nanti akan dimakan oleh mereka
mursyid yang tak pernah kau pikirkan

aku marah padamu
jika orang sakit kau tertawakan
sadarkah malaikat sedang jadi anak buahnya
apa perlu Jibril melempar gunung
ke wajahmu
untuk menutupi kesombongan itu

anak muda tunjukkanlah
marahmu ketika agama menjadi murah
ustaz dan kyai menjadi profesi
bukan tentang ilahi

marahlah, marah hingga darahmu mendidih
ketika tanah kuburan menjadi taman
serta orang kaya tertawa bersama segelas vodka
apa itu kurang mengundang marahmu, hai calon mayat?!

tentang Petruk

Hai kamu, makhluk yang bersemayam di dalam jiwa
kaumku menyebutmu malas
tapi aku tidak
aku menyebutmu temanku
temanku yang suka menjajal kebolehanku
tentang Dia

orang bilang aku ini sombong
sombong karena gengsiku tinggi
mereka bilang
semua yang kuperbuat hanya untuk harta bahkan tahta
mereka pikir Tuhanku begitu miskin dan malas
hingga tak mampu
tak mampu mengurusku
si miskin ini

aku akui bahwa aku gengsi
gengsiku tinggi
sangat tinggi bahkan gedung mewah Dubai pun terlewat olehnya
tapi bukan untuk kalian
yang masih ngontrak di dunia

mereka juga bilang kalau aku malas
iya, aku malas mendengar ocehanmu
di warung kopi dengan uang receh dan tawa
kopi pun ditemani makan
tapi takkan kenyang
karena disana
mereka makan daging saudara mereka sendiri.

tentang Semar

Semua orang bicara perdamaian
sibuk mencari tokoh tanpa perduli figur
memecah masalah dengan masalah

pernahkah kamu memegang air yang sama di aliran sungai?
tentu tidak
itulah kejujuran,
dan saudaranya demikian jua
iya, saudaranya si kepercayaan

ayo kita tertawa melihat Al-Ikhlash
kenapa dia labeli dirinya ikhlash
padahal isinya tidak
oh, atau dia sedang menyindirku
semoga aku dan kamu tersadar sayang

orang buta, dimanakah engkau
datang kemari dan urus semua ini dengan hati
mereka merusak yang kau ukir
membawa sebilah kayu cokelat 
menghantam hasil pahatanmu
dan teriak
"inilah karyaku!"
tapi itu hanyalah serpihan kecil dari karyamu, orang buta

wanita juga sama saja
bersembunyi dibalik senyum manis menghipnotis
membawa racun yang disukai lelaki
kebohongan jadi menu utama
jika terungkap,
mereka akan menangis sambil memohon
tidak ada manusia yang tega melihat anak kucing mengeong kelaparan

katanya, besok kiamat
aku tak tahu kebaikanku bentuknya seperti apa
dan bau busuk dosaku belum tercium
kita semua berada pada dimensi yang sama
ilusi
seolah semua hal indah
padahal cantikmu itu disantap oleh waktu

PILIH BH UKURAN 36B ATAU ISI BH UKURAN 36B?

Hidup akan sangat sia-sia dan melelahkan
bila hanya menguras pikiran
untuk urus bungkus saja 
lalu mengabaikan isi nya

maka bedakanlah
apa itu bungkusnya
dan apa itu isi nya

rumah indah hanya bungkusnya
keluarga bahagia itu isi nya

pesta pernikahan hanya bungkusnya
cinta kasih dan tanggung jawab adalah isi nya

kekayaan itu hanya bungkusnya
hati yang bahagia itu isi nya

makan enak itu hanya bungkusnya
gizi, energi dan sehat itu isi nya

kecantikan dan ketampanan hanya bungkusnya
kepribadian dan hati itu isi nya

bicara itu hanya bungkusnya
kenyataan itu isi nya

buku hanya bungkusnya
pengetahuan itu isinya

jabatan hanya bungkusnya
pengabdian dan pelayanan itu isinya

pergi ke tempat ibadah itu bungkusnya
melakukan ajaran Islam itu isinya

kharisma itu bungkusnya
karakter itu isinya

rezeki itu hanya bungkusnya
berkah itu isinya

utamakanlah bukti
tanpa banyak janji

utamakanlah bahagia
tanpa harus kaya

utamakanlah 'sah'
tanpa memaksakan diri untuk indah

utamakanlah isinya
tanpa lupa merawat bungkus dengan baik

maaf jika anda mencari BH nya
kan ku bilang, utamakan isinya
bukan judulnya

>Emha Ainun Nadjib

akhir

kenapa kalimat cinta ditemani kalimat jatuh
apakah ada jatuh yang tidak menyebabkan sakit?

salahku, semua ini awalnya salahku
karena membolehkanmu masuk ke hati
tinggal serta nyaman disana
padahal ku tak sadar
bahwa bisa kalajengking baru saja ku anggap air segar oase

'SEMUA WANITA SAMA SAJA BANGSATNYA!' Teriak salah satu pendemo zaman megawati.
kalimat itu jahat jika diberi kepada istri para nabi
kalimat itu baik jika melihat keadaanku sekarang

iya, sekarang
bisakah kau menoleh sedikit kepada pedangmu yang masih terhunus ini
kalimat indah dan janji cinta
itu semua menari di kepalaku
membuat simfoni indah dan tak ingin berhenti
sudah berjuta cara ku usahakan menghentikannya
apalah daya manusia mencari ujung pelangi

tapi cobalah kamu tengok
betapa hancurnya aku hari ini
pedangmu lah penyebabnya
semudah itu kau lempar madu ke lautan lalu kau bayar dengan penghianatan

salahku karena telah menganggapmu penghuni hatiku
padahal kau hanyalah sebilah kisah tuhan yang diciptakan untuk lelaki lain.

Apa itu surga?


Aku tak pernah percaya bahwa kau ada
Jika kau benar ada
Maka beritahu padaku
Di peta dunia sebelah mana kau tinggal

Aku percaya bahwa alamat surga itu ibu
Amarahnya adalah irama indah
Menari-nari di telingaku
Terulang tanpa henti
Ku harap itulah yang menemaniku saat ku sendiri
Di kegelapan kubur nanti

Banyak kawanku takut neraka
Maafkan aku wahai neraka dan segala kegarangannya
Ku yakin api mu akan padam oleh senyumnya
Iya, senyum ibu

Kawanku, takutlah jika ibumu hari ini tidak bahagia
Surgapun akan tertawa
tiap kau meminta izin mampir

Jika kau bertanya umpama
Maka jawabku sederhana saja
kau bagai ingin masuk surga tapi enggan mati

Awan & Kiona


Awan, pernahkah langit menolak keberadaanmu?
Cuma matahari yang berani mengusirmu
Tapi terkadang kalian justru saling bercumbu
Melahirkan seorang anak
Tidak silau
Kata orang, itu namanya

Kadang kau hitam acuh tak acuh
Sekali-kali kau juga bening cerah laksana embun pagi
Tapi acuh mu menghasilkan hujan untuk petani demi sepetak padi
Juga terkadang cerahmu membakar pengembala tanpa perduli

Kiona
Bahagiamu adalah bahagiaku,
Tenang saja
Aku tak akan mengganggu
Kamu bahagia dengan jalan ceritamu sendiri
Akupun sama

Jangan saling membenci
Sebab kita pernah saling membahagiakan satu sama lain, bukan?
Terimakasih atas waktumu


Kamu tetap menjadi awanku
Sampai nanti,
Aku pamit.

pekerjaan bergaji tinggi?

Kiona, itu adalah nama terindah yang pernah terdengar telingaku.
Indah nama, beda cerita. Kiona hanyalah anak yatim biasa. Ayahnya sudah tiada.
Kata dokter, rokok lah pembunuhnya, dokter lupa kalau manusia itu punya kemampuan bernama hawa nafsu.

Hari ke hari, Kiona hanya menjalani hidup bersama Mama nya, Hera.

Hera adalah ibu yang baik, belum pernah seharipun aku mendengarnya mengeluh butuh suami kalimat pujian ketus dari salah satu tetangga Hera.

Kiona hanya merindukan ayahnya, tiap malam Kiona berteriak dalam bisu
air mata menjadi teman setia Kiona
bagi Kiona ayahnya adalah teman terbaik

Seringkali Kiona mengutuk Hera dan menyalahkannya akan kematian ayah
tentu semua itu bukan sepenuhnya salah Hera, Kiona pun salah
Kiona tidak mau berdamai dengan dirinya sendiri
dan Hera patah hati, tiap kali melihat keluarga si ayah
dia cenderung menjauhi mereka

Kiona membenci Hera
berjalannya waktu, kebencian itu makin meluap karena Hera menjauh dari patah hatinya
iya, keluarganya, Hera anggap keluarganya adalah ranting dari patah hati itu
padahal akarnya adalah Hera itu sendiri
Waktu telah menipu Kiona, membuat Kiona lupa
bahwa tujuh belas tahun lalu Kiona tidak punya otot kuat untuk berjalan
gigi kokoh untuk makan
bahkan Kiona menyedekahkan kotorannya kepada Hera

Waktu tidak pernah menolong Kiona, bahkan tidak pula menyulitkannya
Waktu hanya menonton sampai tertawa
terkadang Waktu menangis
meminta kepada Tuhannya untuk diizinkan menolong Kiona

hingga tiba Waktu menyaksikan kedatangan seorang Peri mimpi
Waktu pun bertanya 'kenapa bentuk mimpi ini begitu aneh'
Peri mimpi memberi isyarat melalui telunjuk yang diletakkan dibibirnya
akhirnya Waktu pun mengerti bahwa dia harus bisu, seperti perintah Tuhan

Kiona bermimpi
tentang dirinya yang jatuh miskin, tanpa keluarga sama sekali
Hera dan ayah Kiona sudah tiada
hari harinya diisi oleh air mata dan cemas
Kiona ketakutan karena pagi ini hanya sarapan air mata
perut kecilnya terisi oleh teriakan lirihnya
iya, angin lah yang membuatnya kenyang

sampai tibalah dia berkeinginan untuk mencari pundi-pundi rupiah
kota menjadi tujuan utama
tanpa membaca dan perduli bekerja apa
Kiona memasuki bangunan tinggi yang berlapis marmer
lantai terbuat dari kaca
dan ada ribuan ikan penuh warna di bawahnya
pintu bertabur permata menyapa Kiona di bagian depan sebuah ruangan

'mungkin disinilah aku akan dapat yang ku mau' gumamnya,
masuklah ia tanpa memikirkan apapun
Kiona datang di ruangan yang dia pun tak tau itu dimana
sudah ada meja kayu mewah
beberapa buku tebal berserakan diatasnya
dan tak jauh dari meja serta bukunya, ada sosok hitam sedang membaca buku tebal lainnya

"Apa keperluan anda, anak kecil?" tanya sosok berjubah hitam, seolah sudah tau kedatangan Kiona

"a.. aku ingin bekerja disini" Jawab Kiona

"Apa anda punya keahlian?"

"mmhhmm, aku bisa mempromosikan kantor ini melalui popularitas dan kecantikanku!" Jawabnya dengan percaya diri

"Saya tak butuh itu!"

"ah? Tapi aku bisa membuat perusahaan ini menjadi lebih terkenal di mata dunia"

"Saya tak butuh itu!" lanjut sosok hitam "enyahlah anda dari sini!"

"...t.. tapi.. tolong terima aku tuan, aku rela bekerja apapun asalkan perut kosongku bisa terpuaskan"

sosok berjubah hitam pun hanya pergi dari Kiona, kembali lagi sambil membawa buku putih yang bercahaya, seraya bertanya "maukah kamu ku gaji sekantung emas tiap menit?"

"tentu!" lanjutnya "tapi apa pekerjaanku begitu berat?"

"dengarkan baik-baik, anda akan menjadi
seseorang yang bekerja tanpa libur
tanpa izin pulang tanpa izin sakit
anda harus bisa membuat obat-obatan ketika ada yang sakit
memasak makanan, membersihkan ruangan, jangan pernah marah
emosi bahkan memamerkan air mata, jika anda lelah
maka tersenyum, hanya itu yang bisa anda lakukan ketika lelah" jawab sosok jubah hitam

"Mohon maaf tuan, bukannya aku tidak sopan. Memangnya kerjaanku itu apa , ya?"

"Menjadi seorang ibu"

Kiona tersentak lalu bangun dari tidurnya, terlihat bantalnya basah air mata
bangunpun air mata Kiona masih bersemayam di kelopak mata
tanpa memperdulikan penampilannya, Kiona lari mencari Hera
tidak ada yang terpikirkan di benaknya kecuali paras ibunya itu
ditemuinya, Hera sedang memasak di dapur
Kiona memeluknya dengan baju tidurnya
Hera pun kebingungan, tapi Kiona terus menerus memeluknya sambil meminta maaf

Dari kejauhan Peri mimpi tersenyum bersama waktu
mulai hari itu, Peri mimpi dan waktu setuju
kalau menjadi ibu
adalah pekerjaan sepanjang masa.

Tiga Puisi Untuk Kiona #3

Penyesalan pun tiba mengetuk pintu
memaksa masuk seolah dia sudah ku undang
sekarang,
penyesalan sedang bersamaku
meski sudah ku usir,
tapi dia jawab dengan amarah
'aku datang kemari karena kau memaksaku datang
kenapa sekarang kau memaksaku pergi!'

Kiona
terimalah maafku
jangan pernah kau tanya seberapa besar rasaku padamu
jangan pernah kau coba menghitung pasir di Sahara
karena keduanya percuma
kuizinkan kicauan burung menyampaikan salamku padamu
hembusan angin pagi, ku anggap itulah jawaban salam darimu


Tiga Puisi Untuk Kiona #2

Aku tersesat dalam diriku sendiri
salahku karena merelakanmu pergi
sejujurnya,
aku ingin  mengajakmu bicara sampai larut
menonton indah senyum tipismu
memelukmu hingga nyawaku melarangnya
tapi ku tak bisa,

inginku melarang pergimu
namun apa daya, api tidak bisa melarang kayu untuk jadi abu
meski api masih ingin bersamanya.

Tiga Puisi Untuk Kiona #1

Kiona, indah parasmu
Raja mana yang tidak tunduk akan itu
ku yakin mereka akan bersujud demi kecantikanmu
pelangi pun malu menampakkan keindahannya
angin berhembus hanya untuk membelaimu
kadang ku berpikir tentang betapa irinya bidadari akan semua itu

apakah aku layak untuk semua itu?

tulang rusuk?

"aku sudah pernah merasakan semua kepahitan, tapi yang paling pahit adalah berharap kepada manusia" sahabat nabi, Ali.

tajamnya kalimat itu menusuk bagai anak panah dari kejauhan.

seperti baru saja ada ribuan taring ular tertancap di dadaku.
---
sikapmu merusak rasa yang ku bangun bata demi bata.

dan kamu membawa palu derita,  menghancurkan menara rasaku

sambil tertawa seraya berkata 'cintamu tiada harganya!'

bukan hanya hancur, tapi rasaku sudah nihil kemungkinan untuk dibangun kembali
---
'Rumaysho, aku ingin menjadi suamimu!' teriak Amiek, tapi Rumaysho hanya cerita masa lalu yang belum tentu Tuhan membuatnya untuk kedua kali
---
inginku memintamu untuk bersamaku, tapi apa daya, aku hanyalah si tolol yang kosong akan pengetahuan.

iya, benar, tolol.
karena kebohonganmu saja tak ku sadari.
---
seharian ku hanya teriak dalam sunyi
menangis tersedu dalam bisu
marah dan cemburu tak bersuara

orang sekitarku bertanya aku kenapa, hanya senyum palsu yang kupamerkan sebagai jawaban
---
aku iri pada Adam
lelaki yang belum pernah patah hati karena pujaan hati
dan Hawa
hadir ke dunia ini sebagai tulang rusuknya
betapa bahagia
---
Aku
anak Adam yang telah menjual jiwa dan hatinya kepada wanita yang tak perduli betapa aku mencintanya
---
hilang arah
tulang rusukku tidak jelas dimana
dan hari ini
sakit rasanya ketika aku tau tulang rusukku bukanlah dia
---
Tuhan, aku punya pesan untukmu
sadarkanlah jiwaku
dari malapetaka wanita
---
ku pikir telah meminum secangkir anggur cinta dan mabuk bersama orang yang benar
ternyata tidak
---
cinta buta, kalimat itu benar adanya

kamu, tulang rusukku
dimana kau berada?