Awan & Kiona


Awan, pernahkah langit menolak keberadaanmu?
Cuma matahari yang berani mengusirmu
Tapi terkadang kalian justru saling bercumbu
Melahirkan seorang anak
Tidak silau
Kata orang, itu namanya

Kadang kau hitam acuh tak acuh
Sekali-kali kau juga bening cerah laksana embun pagi
Tapi acuh mu menghasilkan hujan untuk petani demi sepetak padi
Juga terkadang cerahmu membakar pengembala tanpa perduli

Kiona
Bahagiamu adalah bahagiaku,
Tenang saja
Aku tak akan mengganggu
Kamu bahagia dengan jalan ceritamu sendiri
Akupun sama

Jangan saling membenci
Sebab kita pernah saling membahagiakan satu sama lain, bukan?
Terimakasih atas waktumu


Kamu tetap menjadi awanku
Sampai nanti,
Aku pamit.

0 comments:

Post a Comment