"aku sudah pernah merasakan semua kepahitan, tapi yang paling pahit adalah berharap kepada manusia" sahabat nabi, Ali.
tajamnya kalimat itu menusuk bagai anak panah dari kejauhan.
seperti baru saja ada ribuan taring ular tertancap di dadaku.
---
sikapmu merusak rasa yang ku bangun bata demi bata.
dan kamu membawa palu derita, menghancurkan menara rasaku
sambil tertawa seraya berkata 'cintamu tiada harganya!'
bukan hanya hancur, tapi rasaku sudah nihil kemungkinan untuk dibangun kembali
---
'Rumaysho, aku ingin menjadi suamimu!' teriak Amiek, tapi Rumaysho hanya cerita masa lalu yang belum tentu Tuhan membuatnya untuk kedua kali
---
inginku memintamu untuk bersamaku, tapi apa daya, aku hanyalah si tolol yang kosong akan pengetahuan.
iya, benar, tolol.
karena kebohonganmu saja tak ku sadari.
---
seharian ku hanya teriak dalam sunyi
menangis tersedu dalam bisu
marah dan cemburu tak bersuara
orang sekitarku bertanya aku kenapa, hanya senyum palsu yang kupamerkan sebagai jawaban
---
aku iri pada Adam
lelaki yang belum pernah patah hati karena pujaan hati
dan Hawa
hadir ke dunia ini sebagai tulang rusuknya
betapa bahagia
---
Aku
anak Adam yang telah menjual jiwa dan hatinya kepada wanita yang tak perduli betapa aku mencintanya
---
hilang arah
tulang rusukku tidak jelas dimana
dan hari ini
sakit rasanya ketika aku tau tulang rusukku bukanlah dia
---
Tuhan, aku punya pesan untukmu
sadarkanlah jiwaku
dari malapetaka wanita
---
ku pikir telah meminum secangkir anggur cinta dan mabuk bersama orang yang benar
ternyata tidak
---
cinta buta, kalimat itu benar adanya
kamu, tulang rusukku
dimana kau berada?
0 comments:
Post a Comment